1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-110 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang fiqih jamak dalam shalat. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Fiqih Jamak dalam Shalat

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 17 September 2024

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan hadits dalam Kitab Bulughul Maram tentang shalat jamak, sebelumnya kami sampaikan firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Isra Ayat 78;

َقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Pendapat yang terkuat perihal batas akhir shalat isya adalah tengah malam, bukan hingga shubuh. Pada asalnya shalat 5 waktu telah ditetapkan waktunya berdasarkan firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat An-Nisa Ayat 103;

إِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

نْ عَبْدِ اللَّهِ بِن مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ العَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ «الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا»، قَالَ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ «ثُمَّ بِرُّ الوَالِدَيْنِ» قَالَ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ «الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ، وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي.

[صحيح]

  • [متفق عليه] - [صحيح البخاري 527]
  • Abdullah bin Mas'ūd raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan

    Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah Beliau bersabda, Salat pada waktunya. Dia bertanya, Kemudian amal apa Beliau menjawab, Kemudian berbakti kepada kedua orang tua. Dia bertanya lagi, Kemudian amal apa Beliau menjawab, Berjihad di jalan Allah. Ibnu Mas'ūd berkata, Beliau menyampaikan itu kepadaku. Seandainya aku meminta tambahan, niscaya beliau akan tambahkan.[Sahih]

  • [Muttafaq 'alaihi]
  • Tidak boleh keluar dari waktu shalat kecuali ada udzur semisal dengan shalat jamak. Ada 2 kondisi shalat jamak yakni jamak taqdim dan jamak ta'khir, pada hakikatnya shalat jamak adalah menggabungkan 2 shalat dan menggabungkan 2 waktu shalat. Tata cara shalat jamak dilakukan sesuai urutan waktu shalatnya, dalilnya adalah ketika perang Khandaq Nabi ﷺ melaksanakan shalat jamak sesuai urutan.

    Wallahu 'alam

    Mutiara Hari Ini

    Abu Zubair Hawaary

    "Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

    QS. Al-Jumu'ah (62:10)

    "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."