1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-46 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang doa diujung shalat. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Doa diujung Shalat

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ 30 Agustus 2022

🏢 Masjid Ulil Albab UII

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, *“Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan,

‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” [HR. Muslim, no. 588]

Dalam riwayat Muslim ada tambahan Bacalah ini apabila kalian selesai membacatasyahud akhir

🌟Bacaan ketika tasyahud akhir ada 4 jenis:

1. Bacaan tasyahud/kalimat tasyahud

Diawali dari kalimat tahyat sampai kalimat dua syahadat.

➥ Dimulai dari kalimat At tahiyyaatu lillaah wash shalawaatu wath thayyibaat atau At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah, sampai kalimat wa asyhadu anna Muhammadan rosuuluhlah atau wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

2. Kalimat shalawat

Dimulai dari Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad dst, sampai kalimat innaka hamidun majiid.

3. Permohonan perlindungan dari empat hal

Allahumma Inni A’Udzu Bika Min ‘Adzaabi Jahannam, Wa Min ‘Adzabil Qobri, Wa Min Fitnatil Mahyaa Wal Mamaat, Wa Min Syarri Fitnatil Masiihid Dajjaal.

Sebagaimana dalam doa yang kita ucap.

4. Doa bebas Memohon apapun kepada Allah,baikdalam urusan untuk kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.

🌟Nabi mengajarkan memohon perlindungan dari 4 hal dengan membaca:

1. Allahumma Inni A’Udzu Bika Min ‘Adzaabi Jahannam -

  • Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam
  • ➥ Jahanam adalah salah satu diantara nama neraka, disebut jahanam karena saking dalamnya, sehingga saking dalamnya sampai gelap gulita. Neraka adalah tempat yang sangat dalam, suasananya penuh dengan kegelapan.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu berkata : "Kami pernah duduk-duduk bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba kami mendengar suara dentuman benda yg jatuh ke dasar. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : Tahukah kalian suara apa ini? Beliau mengatakan : Itu adalah suara batu yg dilemparkan ke jahannam sejak 70 th yg lalu. Dan sekarang telah sampai dasarnya. (HR. Muslim)

    2. Wa Min ‘Adzabil Qobri -

  • dan dari adzab kubur
  • ➥ Adzab kubur adalah adzab yang dialami oleh penghuni kubur di alam barzah. tergantung keadaan amalnya. Yang dimaksud adzab kubur adalah rasa sakit karena hukuman yang dialami oleh mayit dan itu mengenai fisik dan ruhnya.

    3. Wa Min Fitnatil Mahyaa -

  • Dan kita berlindungf dari fitnah kehidupan
  • ➥ Fitnah artinya ujian

    yang dimaksud fitnatul mahya/fitnah kehidupan adalah semua ujian yang dialami oleh manusia, baik ujian subhat maupun syahwat.

    🔰 Ujian subhat adalah kerancuan berpikir/kerancuan pemikiran

    Sehingga menyebabkan orang memiliki pemahaman menyimpang. Sehingga orang tidak bisa mengenali perbedaan antara yang benar dan yang salah. Obat subhat adalah menanamkan ideologi yang benar dari sumber yang ilmunya bisa dipertanggungjawabkan.

    🔰 Ujian syahwat adalah menuruti hawa nafsu sampai menyebabkan pelanggaran terhadap syariat.

    Dan dua-duanya baik ujian subhat maupun ujian syahwat adalah sumber turunnya kualitas agama seorang muslim. Namun bagi siapa yang berhasil sabar terhadap fitnah2 itu maka derajat sang hamba akan naik.

    ➤ Fitnatul mamat/fitnah kematian

    ⤐ ada 2 pendapat ulama terkait makna fitnah kematian:

    ✅ Makna pertama ⟺ ujian ketika detik2 kematian

    Maksudnya adalah manusia mendapatkan godaan menjelang kematiannya. sampai ada yang mengucapkan kalimat tidak benar. misal, ketika dibimbing talqin untuk membaca tahlil dia menolak.

    Merupakan salah satu fitnah yang sangat berbahaya dan setan akan memanfaatkan kesempatan yang terakhir ini, bagaimana caranya agar sang hamba bisa tersesat diakhir hayat. Karena setelah nyawa dicabut tidak akan ada lagi kesempatan untuk beramal sebagaimana tidak ada lagi kesempatan untuk disesatkan.

    Kalau bukan pertolongan Allah, peluang sesatnya manusia ketika itu sangat besar. Sehingga Allah menjaga sebagian hambaNya tetap menjadi mukmin sampai hembusan nafas terakhir, sampai detak jantungnya yang terakhir, Masya Allah nikmat yang luar biasa.

    🔷Salah satu diantara kita agar tetap istiqomah adalah membaca Sayidul Istighfar🔷

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

    “ALLAHUMMA ANTA RABBI LAILAHA ILLA ANTA, KHALAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MA SHANA’TU, ABU’U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABU’U BI DZANBI, FAGHFIRLIY FAINNAHU LAYAGHFIRUDZ DZUNUBA ILLA ANTA

    (Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada Rabb yang berhak disembah, kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa, kecuali Engkau).” (HR. Bukhari no. 6306, dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu)

    🔷Keutamaan membaca sayyidul istighfar🔷

    ➥ Barangsiapa mengucapkan/membaca sayyidul istighfar pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari no. 6306)

    Kita tidak tahu kapan kita akan meninggal dan siapapun manusia tidak bisa memastikan akan tetap menjadi mukmin sampai hembusan nafas tekahir. Maka kita berharap dengan melakukan sebab-sebab yang diajarkan Nabi semoga Allah berikan keteguhan hati sampai akhir hayat. Sebab musibah yang paling besar yang menimpa seorang hamba adalah musibah yang menimpa agamanya.

    Manusia mengalami musibah dan untuk terbebas dari musibah tidak mungkin, maka minimal kalau kita tidak bisa menghindarkan dari musibah maka jangan sampai musibah itu membahayakan kita di akherat.

    ✅ Makna kedua ⟺ adalah pertanyaan malaikat dialam kubur

    jika lolos menjawab pertanyaan maka dia akan mendapat nikmat kubur. Dan sebaliknya jika gagal maka dia akan dapat adzab kubur.

    4. Wa Min Syarri Fitnatil Masiihid Dajjaal -

  • Dan kita berlindung dari fitnah almasih dajjal
  • ➥ Fitnah dajjal bagian dari fitnah kehidupan namun kenapa disendirikan karena bagian dari fitnah dunia yang terbesar.

    Dan dajjal disebut al masih yang artinya terhapus karena terhapus salah satu matanya. disebut dajjal karena dia pendusta besar sebab ngaku Tuhan. Pegakuan bertahap dajjal, mengaku orang soleh

  • Nabi- Tuhan. Kita memohon kepada Allah dari potensi jahat dajjal diantara maknanya adalah agar gangguan dajjal tidak sampai ke kita dan salah satu diantara maknanya adalah diwafatkan sebelum dajjal muncul.
  • 💐Hukum membaca doa tersebut💐

    Ada 2 pendapat ulama:

    1. membaca doa ini hukumnya sunnah dan tidak wajib

    merupakan pendapat jumhur/mayoritas ulama.

    2. membaca doa ini hukumnya wajib

    dan ini merupakan pendapatan dhohiriyah dan ulama tabiin.

    Namun pendapat yang lebih mendekati adalah pendapat jumhur ulama bahwa hukum membaca doa ini adalah tidak wajib dan boleh jugua membaca doa-doa yang lainnya. Wallahu 'alam

    Mutiara Hari Ini

    Abu Zubair Hawaary

    "Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

    QS. Al-Jumu'ah (62:10)

    "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."