بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Istiadzah kepada Selain Allah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 3 Juni 2024
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Bab termasuk kesyirikan yakni isti’adzah kepada selain Allah, dalilnya firman Allah;
أَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin 6)
Tafsir ayat:
6. Dan kini juga telah jelas bagi kami apa yang dilakukan beberapa manusia yang berupa permohonan kepada para pemimpin jin agar mendapat perlindungan dari jin-jin lainnya. Sungguh permohonan ini membuat para pemimpin jin menjadi takjub, sehingga menjadikan mereka semakin angkuh dan sombong. (Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah)
6. Dan bahwasanya di jaman Jahiliyah ada beberapa laki-laki dari golongan manusia meminta perlindungan kepada sekelompok laki-laki dari golongan jin saat mereka singgah di suatu tempat yang angker. Salah seorang di antara mereka berkata, “Aku berlindung dengan penguasa lembah ini dari kejahatan kaumnya yang bodoh.” Maka hal ini menambah rasa takut segolongan dari manusia terhadap segolongan jin. ( Tafsir Al-Mukhtashar)
Khaulah binti Hakim menuturkan “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
نْ نَزَلَ مَنْـزِلاً فَقَالَ أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْحَلَ مِنْ مًنْـزِلِهِ ذَلِكَ
“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdo’a A’uudzu bikalimatillahit taammati min syarri ma khalaq
(Aku berlindung dengan kalam Allah yang maha sempurna dari kejahatan semua mahluk yang Ia ciptakan) maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu.” (HR. Muslim)
Termasuk kesyirikan adalah memohon perlindungan kepada selain Allah agar dijauhkan dari sesuatu yang berbahaya, karena rasa takut kepada jin di suatu tempat seperti di lembah atau di kuburan. Allah memberikan balasan interaksi berkebalikan dengan maksudnya sehingga justru menambah dosa manusia.
Wallahu 'alam