بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Fenomena Jimat #2
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 6 November 2023
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Salah bentuk kesyirikan adalah memakai jimat sebagaimana hadits berikut ini
ن عمران بن حصين رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم رأى رجلا في يده حَلْقَةٌ من صُفْرٍ، فقال ما هذا؟ قال من الوَاهِنَةِ، فقال انزعها فإنها لا تَزيدك إلا وَهْنًا؛ فإنك لو مُتَّ وهي عليك ما أفلحت أبدًا.
[حسن] - [رواه أحمد وابن ماجه]
Dari 'Imrān bin Ḥuṣain -radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi ﷺ melihat seorang lelaki yang di tangannya ada gelang dari kuningan. Beliau bertanya, Apa ini Orang itu menjawab, Untuk menangkal penyakit . Lantas beliau bersabda, Lepaskan gelang itu, karena ia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Sesungguhnya jika engkau meninggal dunia dan gelang itu masih ada di tubuhmu, maka engkau tidak akan beruntung selama-lamanya. (Hadits hasan - Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah)
Imrān bin Huṣain raḍiyallāhu 'anhumā menuturkan kepada kita salah satu sikap Rasulullah ﷺ dalam memerangi syirik dan menyelamatkan manusia darinya. Sikap tersebut ialah bahwa beliau melihat seorang lelaki mengenakan gelang yang terbuat dari kuningan. Lantas beliau bertanya kepada orang itu tentang alasannya memakai gelang itu Lelaki itu menjawab bahwa dia mengenakan gelang itu agar memeliharanya dari rasa sakit. Lantas beliau memerintahkannya agar segera melemparkannya, dan beliau memberitahunya bahwa gelang itu tidak akan memberinya manfaat, tetapi malah membahayakannya. Gelang itu hanya akan menambah penyakit pada orang yang memakainya. Lebih besar dari itu, apabila gelang itu terus-menerus (dipakai) sampai wafat, niscaya ia juga terhalang dari keberuntungan di akhirat.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir, dalam hadits yang marfu’, Rasulullah ﷺ bersabda,
((مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَلاَ أَتَمَّ الله لَهُ، وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ الله لَه ))
“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak menyelesaikan urusannya, dan barangsiapa yang menggantungkan wada’ah, semoga Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya”.
Dalam riwayat lain disebutkan,,
نْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad 4 156. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy atau kuat. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 492).
Bentuk kesyirikan yang nyata adalah ketika seseorang menggantungkan hatinya pada jimat (gelangkalung) tersebut dan diiringi dengan keyakinan tertentu bahwa bisa memberikan manfaat maupun menghindarkan dari mudharat, hal ini secara logika tidak ada kaitannya sama sekali (tidak masuk akal).
Wallahu 'alam