Melanjutkan kajian rutin pembahasan tentang bab sunnah waktu dzuhur, yakni kegiatan yang diajarkan Nabi ﷺ di waktu dzuhur, terutama hal-hal yang banyak dilupakan manusia, diantaranya,
1. Shalat sunnah dzuhur baik qabliyah dan badiyah
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
أنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ
“Bahwasanya Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan shalat 4 rakaat sebelum (qabliyah) Dzuhur.” (H.R. Bukhari)
عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشَرَةَ رَكْعَةً فِي يَومٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
فِي رِوَايَةٍ: «تَطَوُّعاً».
Dari Ummu Habibah, Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, ‘Barang siapa melakukan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” (HR. Muslim. Dalam suatu riwayat disebut, “Shalat tathawwu’, shalat sunnah”). [HR. Muslim, no. 728, 101]
2. Termasuk Sunnah adalah memperpanjang rakaat pertama pada shalat dzuhur
3. Sunnah tidur untuk istirahat dipertengahan siang. Demikian diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ, beliau bersabda,
يْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ
“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” [6] [6] HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1637: isnadnya shahih
4. Dianjurkan ketika panas untuk mengakhirkan shalat dzuhur, berdasarkan hadits
ن عبد الله بن عُمَرَ وأبي هُرَيْرَةَ وأبي ذر رضي الله عنهم عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه قال: «إذا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بالصلاة. فإن شدة الْحَرِّ من فَيْحِ جَهَنَّمَ».
[صحيح] - [متفق عليه عن أبي هريرة وأبي ذر -رضي الله عنهما-، ورواه البخاري عن ابن عمر -رضي الله عنهما]
Dari Abdullah bin Umar, Abu Hurairah dan Abu Żar -raḍiyallāhu 'anhum-, dari Nabi ﷺ, bahwasanya beliau bersabda, "Apabila cuaca sangat panas, maka akhirkan shalat Zuhur sampai waktu dingin, karena panas yang sangat terik itu merupakan hembusan hawa panas neraka Jahanam."[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Bukhari - Muttafaq 'alaih]
Wallahu'alam