1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang kiat menggapai shalat khusyu'. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Sabtu, 21 Juni 2025

🏢 Masjid Agung Jawa Tengah

Pembahasan kajian malam ini adalah tentang Buku Tafsir Shalat perihal Kiat Menggapai Shalat Khusyu', nikmat karunia dari Allah ketika kita diberikan pemahaman tentang ilmu agama sebagaimana hadits dari Mu’awiyah radhiallahu’anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

ن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama”(Muttafaqun ‘alaihi).

Perihal penyusunan buku tafsir shalat, dilatarbelakangi oleh fenomena pemahaman khusyu' di tengah masyarakat yang terasa sulit, padahal agama ini mudah untuk dipahami, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

لَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

DArtinya: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?[Surat Al-Qamar Ayat 32]

Khusyu' dalam shalat itu adalah sikap seseorang untuk merenungkan gerakan dan bacaan dalam shalatnya, mulai dari takbiratul ihram hingga salam. Perlunya kita memahami makna dari setiap bacaan doa yang kita baca di setiap gerakan shalat mulai dari doa iftitah, al fatihah, doa rukuk, i'tidal, sujud, tahiyatul awal maupun akhir hingga akhir salam, sehingga dengan memahami maknanya akan menambah kekhusyu'an.

Selain doa, dalam buku juga dijelaskan perihal gerakan dalam shalat yang berusaha sesuai dengan sunnah berlandaskan dalil-dalil shahih dari Kitabullah maupun Sunnah Nabi ﷺ, termasuk juga dijelaskan jika ada perbedaan pendapat di antara para ulama secara ringkas.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya al-Wabil as-Shayib menuliskan tentang 5 tingkatan manusia dilihat dari kualitas shalatnya. Dimulai dari tingkatan yang paling rendah, hingga tingkatan yang paling sempurna.

1. Tingkat pertama dan terendah, Mereka yang tidak memperhatikan kesempurnaan bagian lahiriyah dalam shalat.

2. Tingkatan kedua, mereka yang shalatnya sudah baik dari sisi lahiriyah

3. Tingkatan ketiga, mereka yang shalatnya secara lahiriyah sudah baik

4. Tingkatan keempat, mereka yang sempurna lahiriyah shalatnya, secara batin sempurna khusyu’nya

5. Tingkatan kelima, level tertinggi, shalat yang mampu membuat pelakunya serasa meletakkan hati dan pikirannya ada di hadapan Allah Yang Maha Agung

wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."