بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Senin, 3 Maret 2025
🏢 Studio ANB Channel, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan pasar muslim dan dunia makelar, pada bab tentang ibadah di pasar, ada 2 makna ibadah di pasar yakni ;
1. Ibadah terkait pasar ; doa masuk pasar
2. Ibadah yang tidak ada hubungan dengan pasar namun dilakukan di pasar (beribadah di pasar) ; shalat jamaah di pasar, jum'atan di pasar, baca al-quran di pasar, dll
Ibadah terkait pasar diantaranya doa masuk pasar sebagaimana riwayat dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
نْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –
“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga – ”[1]. [1] HR at-Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), ad-Daarimi (no. 2692) dan al-Hakim (no. 1974) dari dua jalur yang saling menguatkan. Dinyatakan hasan oleh imam al-Mundziri (dinukil oleh al-mubarakfuri dalam kitab “’Aunul Ma’bud” 9/273) dan syaikh al-Albani dalam kitab “Shahihul jaami’” (no. 6231).
Hadits ini hasan sehingga bisa diterima sebagai dalil, terlepas dari perbedaan ulama dalam menghasankan & mendhaifkan hadits ini.
Dzikir masuk pasar sangat ringan namun memberikan pahala yang besar alasannya karena dzikir tersebut dibaca di pasar dimana hamba tetap ingat Allah di tempat dimana orang banyak lupa kepada Allah di tempat tersebut (pasar) yang sibuk dengan urusan dunia.
Ibadah yang dikala manusia tidak ingat Allah ditunjukkan pula dalam hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ pada suatu malam mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam. Kemudian beliau menghadap kami setelah shalat, lalu bersabda,
لَّى النَّاسُ وَرَقَدُوا وَلَمْ تَزَالُوا فِى صَلاَةٍ مُنْذُ انْتَظَرْتُمُوهَا
“Orang-orang shalat dan tidur, sedangkan kalian terus menerus di dalam shalat sejak kalian menunggu shalat tersebut.” (HR. Bukhari, no. 661)
Wallahu 'alam