1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang hadist dhoif seputar ramadhan. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hadist Dhoif Seputar Ramadhan

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Senin, 25 Maret 2024

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman

Manusia yang perkataannya menjadi dalil adalah Rasulullah ﷺ, sebagaimana Imam Malik rahimahullah pernah berkata;

ل أحدٍ يؤخذ من قوله ويُترَك، إلا صاحب هذا القبر صلى الله عليه وسلم؛ – سير أعلام النبلاء للذهبي جـ 893

“Setiap perkataan bisa diambil dan ditolak kecuali penghuni kubur ini (maksudnya Rasulullah ﷺ)”(lihat Siyar 893).

Selain itu dijelaskan dalam Al Quran Surat An-Najm Ayat 4,

نْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ

Artinya Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Kemudian hadits dari Abdulllah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan, “Dahulu aku menulis semua yang aku dengar dari Rasulullah karena aku ingin menghafalnya. Kemudian orang orang Quraisy melarangku, mereka berkata, “Engkau menulis semua yang kau dengar dari Rasulullah Dan Rasulullah adalah seorang manusia, kadang berbicara karena marah, kadang berbicara dalam keadaan lapang”. Mulai dari sejak itu akupun tidak menulis lagi, sampai aku bertemu dengan Rasulullah dan mengadukan masalah ini, kemudian beliau bersabda sambil menunjukkan jarinya ke mulutnya, “tulislah! Demi yang jiwaku ada di tanganNya, tidak lah keluar dari mulutku ini kecuali kebenaran”. (HR. Adu Dawud, Ahmad, Al Hakim).

Yang datang dari Rasululah ﷺ ada 2:

1. Al Qur'an, dijamin keotentikannya dari Allah (mukjizat)

2. Hadits, tidak ada jaminan otentik, maka dari itu teks hadits bukan mukjizat sehingga manusia bisa membuat hadits palsu (hadits nabawi dan hadits qudsi), maka dari itu ada peringatan jika berdusta atas nama Nabi ﷺ, diriwayatkan dari Al Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah ﷺ,

نَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

”Sesungguhnya berdusta atas namaku itu tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa yang dengan sengaja berdusta atas namaku, maka persiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 3)

Terkait hadits palsu ada 2 hal yang keduanya dilarang:

1. Membuat, orang pertama yang menyusun redaksinya

2. Menyebarkan

Dari ‘Ali, Nabi ﷺ bersabda,

نْ رَوَى عَنِّى حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

“Siapa yang meriwayatkan dariku suatu hadits yang ia menduga bahwa itu dusta, maka dia adalah salah seorang dari dua pendusta (karena meriwayatkannya).” (HR. Muslim dalam muqoddimah kitab shahihnya pada Bab “Wajibnya meriwayatkan dari orang yang tsiqoh -terpercaya-, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 39. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tingkatan hadits dhaif Dhaif, Dhaif Jiddan, Palsu , Tidak diketahui asal usulnya

Berikut Hadits Dhaif seputar Ramadhan

وموا تصحوا

“Berpuasalah, kalian akan sehat.”

Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3108), juga Al Albani di Silsilah Adh Dha’ifah (253). Bahkan Ash Shaghani agak berlebihan mengatakan hadits ini maudhu (palsu) dalam Maudhu’at Ash Shaghani (51).

أوله رحمة، وأوسطه مغفرة، وآخره عتق من النار

Artinya, “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.”

Hadits diatas juga dhaif namun mahsyur di tengah-tengah kaum muslimin

wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."