1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-5 dalam seri Fiqih Bermadzhab yang membahas tentang hargai orang yang beralasan dengan agamanya. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Sikap di masyarakat itu membedakan alasan tertentu dengan alasan lain, fenomena yang terjadi diantaranya alasan agama sulit untuk diterima ditengah masyarakat contohnya adalah:



1. Ketika orang tidak minum khamr maka dimaklumi,
2. Ketika orang tidak makan duren maka dimaklumi



Akan tetapi ketika seseorang menolak bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram maka hal itu tidak ditolerir karena menyelisihi budaya setempat dan dianggap ekstrim bahkan radikal

Ada sebagian anggapan bahwa beragama itu biasa-biasa saja tidak perlu fanatik, kemudian terkadang orang menuduh orang yang bersikap ideal sesuai aturan syariat dituduh aneh-aneh (ekstrim), sebenarnya ekstrim itu ada 2 jenis:

1. Ekstrim meninggalkan

2. Ekstrim mengamalkan



Maka yang benar adalah bersikap pertengahan dengan menerapkan kaidah-kaidah syariat yang berlaku.



Dalam syariat ada larangan bersikap ekstrim sehingga Allah melarang sikap ekstrim dalam beragama sebagaimana firman Allah;

سبحانه و تعالى

ا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ

“Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.” [An-Nisaa’4 171]



Rasulullah ﷺ telah melarang berlebih-lebihan dalam memujinya, sebagaimana sabda beliau,



لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).”[HR. Al-Bukhari (no. 3445), at-Tirmidzi dalam Mukhtasharusy Syamaa-il al-Mu-hammadiyyah (no. 284), Ahmad (I23, 24, 47, 55), ad-Darimi (II320) dan yang lainnya, dari Sahabat ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu.]



Sikap pertengahan ahlus sunnah adalah berusaha mengikuti petunjuk syariat dengan mengharap ridha Allah semata dan mengabaikan ridha manusia sebagaimana Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi'iy rahimahullah pernah berkata;

إنَّك لا تقدر أن ترضي الناس كلهم، فأصلح ما بينك وبين الله، ثم لا تبال بالناس

Sesungguhnya engkau tidak akan mampu untuk membuat ridha manusia semuanya, maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah, kemudian jangan pedulikan manusia! (Tawalit Ta'sis, hlm. 136)


Wallahu alam

Youtube: Hargai Orang yang Beralasan dengan Agamanya | Ustadz Ammi Nur Baits

Facebook: Hargai Orang yang Beralasan dengan Agamanya | Ustadz Ammi Nur Baits

#fiqih #madzhab #belajar #metodologi

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."