Ibarat sebuah pohon maka perlu teknis tertentu mengambil buah dari pohon tersebut, pohon adalah dalil, buah adalah hukum, mereka yang bisa memetik adalah ulama mujtahid, untuk kemudian buahnya (hukum) disampaikan kepada masyarakat luas. Masing-masing ulama memiliki memiliki metode yang berbeda satu dengan lainnya untuk mengambil hukum tersebut.
Maka ada 2 pihak dalam kondisi tersebut:
1. Belajar metode ; inilah para ulama mujtahid yang bermadzhab namun tidak taklid, mereka mengikuti metodologi madzhab tertentu
2. Menikmati hasilnya
Para ulama menisbatkan kepada madzhab tertentu sebatas sebagai identitas bukan karena taklid, karena ulama sepakat taklid itu haram, kecuali dalam kondisi tertentu yang memaksa untuk taklid. Kewajiban kita ketika terjadi perbedaan pendapat adalah memilih pendapat yang mendekati kebenaran.
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya). [al-A’râf73]
Perbedaan antara taklid dengan bermadzhab diantaranya
- Taklid itu mengambil pendapat baik dari mujtahid maupun bukan mujtahid
- Bermadzhab, mengambil pendapat ulama mujtahid. Bermadzhab itu mengikuti proses pengambilan dalil mulai dari fiqih, ushul fiqih dan kaidah fiqihnya
Cara orang awam bermadzhab:
1. Mengikuti metodologi dalam memahami dalil walaupun bisa jadi berbeda hasil kesimpulan hukum dengan ulamanya
2 Mengambil hukum di kasus cabang tanpa memahami metodologi berdalil
Kedua tingkatan tersebut masih dalam lingkup belajar, tidak berlaku bagi mereka yang tidak belajar. Siapapun yang mengambil guru dia harus mempertanggungjawabkannya di hari kiamat.
Wallahu 'alam
Youtube: Belajar Metodologi Bermadzhab | Ustadz Ammi Nur Baits
Facebook: Belajar Metodologi Bermadzhab | Ustadz Ammi Nur Baits
#fiqih #madzhab #belajar #metodologi