1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-27 dalam seri Buku Tafsir Shalat yang membahas tentang jika imam tidak duduk istirahat. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Melanjutkan pembahasan tentang catatan duduk istirahat


7. Jika imam tidak duduk istirahat apakah makmum perlu duduk istirahat:

- Makmum tidak disyariatkan duduk istirahat dalam rangka menjaga keseragamaan dengan imam

- Dianjurkan duduk istirahat karena dianjurkan walaupun imam tidak melakukannya

- Menyalahi imam sifatnya ringan tidak sampai ketinggalan jauh

- Mengikuti imam lebih utama


Pendapat yang lebih tepat makmum tetap duduk istirahat apapun kondisinya


8. Dalam duduk istirahat tidak ada doa apapun karena tidak dijumpai dalil

9. Jika tidak duduk istirahat shalatnya sah, karena sifatnya anjuran


Kesimpulannya duduk istirahat:


1. Sifatnya tambahan (ziyadah),

2. Apakah bernilai sunnah atau tidak maka Ada dan tidaknya tidak memberikan pengaruh pada sujud sahwi.

3. Tidak ada doa pada duduk istirahat

4. Tidak ada takbir intiqal menuju duduk istirahat


Sunnah ketika bangkit ke raka’at kedua:


Bangkit dengan bersandar pada kedua tangan bukan kedua lutut, bisa dengan tangan terbuka atau tangan tertutup (mengepal), sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu,


رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِنُ فِي الصَّلَاةِ


Artinya: Saya melihat Rasulullah ﷺ melakukan 'ajn (bertumpu) dengan tangan ketika shalat. (HR. Ad Daruquthni dan dishahihkan Al Albani)


Juga hadits dari Al Azraq bin Qais,


رَأَيْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ وَهُوَ يَعْجِنُ فِي الصَّلَاةِ يَعْتَمِدُ عَلَى يَدَيْهِ إِذَا قَامَ


Artinya: Saya melihat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu melakukan 'ajn ketika shalat, bertumpu dengan kedua tangannya ketika hendak berdiri. (HR Thabrani dalam Mu'jam Al Ausath)


Ya'jinu adalah menggenggamkan kedua tangan seperti orang yang mengepalkan tangan ketika membuat adonan kue. Namun demikian, sebagian ulama juga membolehkan meskipun tanpa mengepalkan tangan.

- Membaca takbir intiqal

- Membaca al fatihah, kemudian mengeraskan bacaan Alhamdulillah, sebagaimana dalam riwayat Muslim,


صلَّيْتُ مع رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، وأبي بكرٍ ، وعمرَ ، وعثمانَ ، فلم أَسْمَعْ أحدًا منهم يقرأُ بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ


Artinya: “aku shalat bersama Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar dan Utsman dan aku tidak mendengar mereka membaca bismillahir rahmanir rahim” (HR. Muslim 399)


Semoga bermanfaat, Barakallahu fikum


Wallahu 'alam


Youtube: Jika Imam Tidak Duduk Istirahat | (https://www.youtube.com/live/RY0jbQfdcAc?si=Q6gRqRCKyEAErt31)


Facebook: https://www.facebook.com/UstadzAmmiNurBait


#duduk #istirahat #takbir #sunnah

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."