Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, pada bab prinsip tentang dien & iman. Allah سبحانه و تعالى berfirman;
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ
Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.[QS Ali ‘Imran Ayat 19]
Isi agama ada 2 yakni ;
1. Amalan perbuatan, lahiriyah dan batin (aqidah)
2. Hukum aturan, yakni nilai terhadap perbuatan
Kita diperintahkan untuk beramal batin, beramal lahir, dan mentaat aturan, sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman;
مَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.[QS Al-Bayyinah Ayat 5]
Iman menurut Ahlus Sunnah mencakup;
1. Semua amal lahir & batin
2. Bisa bertambah bisa berkurang
3. Bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan maksiat
4. Iman tidak satu kesatuan
3 firqah yang mendefinisikan iman itu satu kesatuan. yakni ;
1. Khawarij, jika ada perbuatan yang mencacat iman maka iman hilang
2. Mu'tazilah, jika ada perbuatan yang mencacat iman maka iman hilang
3. Murji'ah ; iman tidak berkurang dengan adanya maksiat
Iman hilang total apabila ;
1. Murtad Syirik Kufur
2. Ketaatan tidak diakui
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
لَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[Az-Zumar Ayat 65]
Iman bertambah dengan ketaatan yang akan memberikan ketenangan hati, dalilnya;
وَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ
Artinya: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).[Al-Fath Ayat 4]
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
لَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[Az-Zumar Ayat 65]
Iman bertambah dengan ketaatan yang akan memberikan ketenangan hati, dalilnya;
وَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ
Wallahu 'alam
Youtube: Prinsip Tentang Dien & Iman | Ustadz Ammi Nur Baits
Facebook: Prinsip Tentang Dien & Iman | Ustadz Ammi Nur Baits
#iman #islam #tenang #batin