1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-14 dalam seri Buku Prinsip Hidupku yang membahas tentang belajar tawakal. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan Kajian

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

BELAJAR TAWAKAL

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 7 Januari 2025

🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Sleman

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip Hidupku, pada bab belajar tawakal hidup ini penuh dengan ujian, siapapun yang hidup pasti punya masalah karena bagian dari bawaan hidup di dunia Allah memberikan masalah bagi mereka, baik muslim kafir, kaya miskin, pejabat bukan pejabat, oleh karena itu Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Thaha Ayat 117

فَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ

Artinya: Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Allah menjelaskan diturunkannya Nabi Adam dari Surga ke dunia adalah sebuah ujian. Di Surga terkumpul semua kenikmatan dan dicabutnya rasa iri dengki dari dalam hati hamba, sebagaimana firmanNya dalam Surat Al-A’raf Ayat 43

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".

Orang yang muflihun (sukses) ketika hidup di dunia apabila terpenuhi 2 kriteria:
1. Mendapatkan apa yang diinginkan, kenyataannya selalu ada rintangan diliputi was-was dan ketakutan
2. Terhindar dari potensi bahaya yang dikhawatirkan

Disaat bersamaan ketika menghadapi banyak ujian, manusia memiliki keterbatasan, jika ini terlalu dipikirkan maka akan menjadi beban batin, sehingga menyebabkan stres & gangguan jiwa. Dari kondisi ini maka Islam mengajarkan sikap tawakal, sehingga menyerahkan segala urusan itu kepada Allah سبحانه و تعالى yang mengatur segala sesuatu.

Tawakal atau "semeleh" artinya meletakkan beban hidup yang tidak mampu ditanggung sendiri (dan diserahkan kepada Allah), sebab manusia ada 2 unsur yakni fisik & jiwa, hakikatnya tawakal itu anugerah sehingga manusia akan lebih tenang menghadapi hidupnya.

Manusia yang tawakal itu syaratnya harus beriman, karena harus yakin dengan janji Allah

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.[At-Talaq Ayat 3]

wallahu'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."