بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Agar Tidak Tamak Dunia
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Selasa, 15 April 2025
🏢 Masjid Nurul Asri Nderesan
Melanjutkan pembahasan Buku Kode Etik Pengusaha Muslim, perihal tidak tamak dengan dunia, sehingga dunia itu dicari secukupnya. Kehidupan manusia ada yang kaya dan miskin, hukum asalnya tidak tercela tidak terpuji, sehingga bukan standar menilai baik buruknya seseorang, karena kaya dan miskin itu adalah pemberian karunia dari Allah سبحانه و تعالى , maka bukan patokan status kedekatan hamba dengan Allah, karena standar kebaikan di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.[Surat Al-Hujurat Ayat 13]
Baik kaya dan miskin semuanya adalah ujian bagi hamba, karena Allah سبحانه و تعالى berfirman;
لُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.[Surat Al-Anbiya Ayat 35]
Tidak benar apabila kefakiran itu mendekatkan pada kekufuran, karena kefakiran itu adalah pemberian Allah, dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,
دْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Nabi ﷺ ketika mendapatkan harta tidak dalam waktu lama, karena hartanya kemudian beliau ﷺ manfaatkan untuk kebaikan.
Wallahu 'alam