1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-18 dalam seri Buku Halal Haram Dalam Bisnis Kontemporer yang membahas tentang jual beli murabahah. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Senin, 9 Oktober 2023

🏢 Studio ANB Channel, Yogyakarta

Ada 3 materi dalam pembahasan kajian hari ini

Jual beli murabahah Jual beli diantara penjual dengan pembeli dimana penjual meminta nilai tambahan tertentu sesuai kesepakatan antara dia dengan pembeli. Pembagian jual beli dlihat dari cara menentukan harga ;

1. Jual beli musawamah, penjual tidak menyebutkan harga modal, penjual hanya menyebut harga jual, ini paling dominan di masyarakat kita

2. Jual beli amanah, penjual dengan jujur menyebutkan harga modal ada 3 yaitu jual beli wadhi’ah (penjual menjual dengan harga dibawah harga modal), jual beli tawliyah (penjual menjual barang dengan harga yang sama dengan harga modal), jual beli murabahah (penjual menjual dengan harga lebih dari harga modal)

Adapun mengenai hukum jual beli Murabahah, asalnya DIBOLEHKAN. Dalil akan hal ini adalah keumuman firman Allah سبحانه و تعالى yang menjelaskan halalnya jual beli. Allah سبحانه و تعالى berfirman:

أَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ

“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli” (QS. Al Baqarah: 275).

Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 188;

Pelajaran yang dapat diperoleh tentang Jual beli murabahah antara lain

1. tidak harus kredit

2. ada kesepakatan terhadap nilai keuntungan

3. penjual harus sudah memiliki barang

نْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِى الرَّجُلُ فَيُرِيدُ مِنِّى الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِى أَفَأَبْتَاعُهُ لَهُ مِنَ السُّوقِ فَقَالَ : لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

Dari Hakim bin Hizam, “Beliau berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ada orang yang mendatangiku. Orang tersebut ingin mengadakan transaksi jual beli, denganku, barang yang belum aku miliki. Bolehkah aku membelikan barang tertentu yang dia inginkan di pasar setelah bertransaksi dengan orang tersebut?’ Kemudian, Nabi bersabda, ‘Janganlah kau menjual barang yang belum kau miliki.‘” (HR. Abu Daud, no. 3505; dinilai sahih oleh Al-Albani)

4. Penjual harus sudah menerima barang yang akan dijual

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,

لاَ رِبْحُ مَا لَمْ يُضْمَنْ

“Tidak boleh ada keuntungan tanpa menanggung resiko kerugian.” (Ahmad 6831, Nasa’i 4647, dan dishahihkan al-Albani)

Wallahu’alam

Semoga bermanfaat

Barakallahu fikum

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."