بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 9 September 2024
🏢 Masjid Muhajirin, Concat, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan buku harta halal haram muamalah kontemporer, masuk pada bab hukum menarik bea cukai atau pun pajak di masyarakat
Allah berfirman dalam Surat Asy-Syura Ayat 42;
إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
Sehingga pada asalnya orang yang tidak berbuat zhalim dan tidak berbuat melampaui batas tidak boleh diganggu jiwa, harta, kehormatannya, karena orang baik tidak boleh diganggu dan seharusnya orang baik itu dihargai. Jika ada orang yang tidak berbuat zhalim namun dia dizhalimi maka orang yang berbuat zhalim tersebut telah berbuat zhalim.
Pegawai Bea Cukai dan seluruh komponen karyawan yang terlibat dalam penarikan bea cukai termasuk orang-orang yang mempermulus kezhaliman bahkan mereka telah berbuat zhalim pada diri mereka sendiri sebab mereka mengambil yang bukan menjadi haknya dan memberikannya kepada orang yang tidak berhak. Mereka diancam neraka sebagaimana hadits berikut
ن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «أتدرون من المفلس؟» قالوا: المُفْلِس فينا من لا دِرهَمَ له ولا مَتَاع، فقال: «إن المفلس من أمتي من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي وقد شَتَمَ هذا، وقذف هذا، وأكل مال هذا، وسَفَكَ دم هذا، وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته، وهذا من حسناته، فإن فنيت حسناته قبل أن يُقْضَى ما عليه، أخذ من خطاياهم فَطُرِحتْ عليه، ثم طُرِحَ في النار».
[صحيح] - [رواه مسلم]
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', (Nabi ﷺ bersabda), “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta benda.” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang datang pada hari kiamat dengan (pahala) salat, puasa dan zakat. Namun ia datang telah mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini dan memukul si ini. Maka orang yang ini diberi dari kebaikannya, dan orang ini juga diberi dari kebaikannya. Hingga jika semua kebaikannya habis padahal semua dosanya belum habis, diambillah kesalahan-kesalahan (orang yang dizaliminya), lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia pun dilemparkan ke dalam neraka.”[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Muslim]
wallahu 'alam