1

Video Kajian

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-11 dalam seri Buku Bahjah Qulubil Abrar yang membahas tentang antara mukmin yang kuat dan mukmin yang lemah. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Senin, 25 September 2023

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman

ن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعًا: "المؤمن القوي، خيرٌ وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف، وفي كلٍّ خيرٌ، احْرِصْ على ما ينفعك، واسْتَعِنْ بالله ولا تَعْجِزْ، وإن أصابك شيء، فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل قَدَرُ الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان".

[صحيح]

  • [رواه مسلم]
  • Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu secara marfū', "Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang Mukmin yang lemah. Masing-masing memiliki sisi kebaikan. Maka fokuslah pada apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah! Jika ada sesuatu yang menimpamu, maka jangan katakan, "Andai aku melakukan ini maka tentu hasilnya seperti ini," tetapi ucapkanlah, "Ini adalah ketetapan Allah, apa yang dikehendaki-Nya, maka Dia melakukannya," karena kata-kata "andai" bisa membuka peluang untuk setan." (Hadits shahih
  • Diriwayatkan oleh Muslim)
  • Berisi beberapa prinsip yang besar dan beberapa kesimpulan yang mencakup keseluruhan diantaranya

    Menetapkan al mahabbah sebagai sifat Allah, berkaitan dengan apa yang dicintai Allah, sementara sekte Kullabiyah, Maturidiyah dan Asy'ariyah menolak sifat

    Mahabbah Allah karena dianggap penyimpangan bagi sekte-sekte tersebut.

    Menunjukkan iman termasuk aqidah batin ucapan dan perbuatan sebagaimana madzhab ahlus sunnah mencakup keyakinan hati, ucapan lisan, amalan anggota badan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat, sedangkan sekte murji'ah mengeluarkan amalan dari iman maka taat & maksiat tidak mempengaruhi imannya.

    Mukmin bertingkat ada yang kuat dan lemah, ukuran mukmin yang kuat adalah sebagaimana firman Allah dalam Surat al-‘Ashr

    ٱلْعَصْرِ

    Artinya: 1. Demi masa.

    نَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ

    2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

    لَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

    3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

    Perbandingan itu ada beberapa yakni

    Baik dengan Buruk ; sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman;

    نَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ

    7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

    Baik dan tidak buruk ; Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Anbiya Ayat 79

    فَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ

    Artinya: Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.

    Mukmin itu bertingkat-tingkat dalam mengamalkan ilmunya yakni mencakup Sabilun bil Khairat, Muqtasidun, & Zhalimun li nafsihi.

    Wallahu 'alam

    Mutiara Hari Ini

    Abu Zubair Hawaary

    "Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

    QS. Al-Jumu'ah (62:10)

    "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."