بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Kamis, 31 Juli 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta
Pembahasan kajian hari ini adalah perihal belajar tawakal, sebelumnya kita akan bacakan sabda Nabi ﷺ tentang angan-angan dan ajal
حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِي يَعْلَى عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ خَطَّ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطًّا وَسَطَ الْخَطِّ الْمُرَبَّعِ وَخُطُوطًا إِلَى جَانِبِ الْخَطِّ الَّذِي وَسَطَ الْخَطِّ الْمُرَبَّعِ وَخَطًّا خَارِجًا مِنْ الْخَطِّ الْمُرَبَّعِ فَقَالَ أَتَدْرُونَ مَا هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا الْإِنْسَانُ الْخَطُّ الْأَوْسَطُ وَهَذِهِ الْخُطُوطُ إِلَى جَنْبِهِ الْأَعْرَاضُ تَنْهَشُهُ أَوْ تَنْهَسُهُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا أَصَابَهُ هَذَا وَالْخَطُّ الْمُرَبَّعُ الْأَجَلُ الْمُحِيطُ وَالْخَطُّ الْخَارِجُ الْأَمَلُ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyir Bakar bin Khalaf dan Abu Bakar bin Khallad Al Bahili keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepadaku ayahku dari Abu Ya'la dari Ar Rabi' bin Hutsaim dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi ﷺ bahwa beliau membuat garis persegi empat dan menggaris tengah di persegi empat tersebut, dan membuat beberapa garis pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut serta satu garis di luar garis segi empat tersebut. Lalu beliau bersabda: "Tahukah kalian apakah ini?" para sahabat menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Ini adalah manusia berada di garis tengah, sementara garis-garis ini (yang berada di sisinya) adalah rintangan-rintangan yang menghimpit -atau yang menggigitnya
1. Mendapatkan apa yang diinginkannya
2. Terhindari dari potensi bahaya yang dikhawatirkannya
Ketika manusia ingin meraih tujuan hidupnya di dunia akan ada potensi kegagalan, karena aneka rintangan yang menghadang. Ada banyak masalah yang manusia tidak bisa pikirkan sendiri solusinya, apabila dipikirkan sendiri maka akan menjadi beban hidupnya, jika beban itu semakin berat akan menyebabkan stres & gangguan jiwa.
Masalah bagi orang yang tawakal tidak menjadikan masalah beban batinnya, sehingga lebih tenang & lapang dadanya. Islam mengajarkan bahwa manusia menyerahkan bebannya kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, disaat dia tidak mampu lagi menahannya. Orang yang bertawakal berusaha mewujudkan tanggung jawab dan disaat bersamaan pasrah kepada Allah untuk hasilnya maka tawakal itu adalah anugerah karena tidak setiap orang mampu bertawakal.
Tawakal muncul karena sebab iman, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
الَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمَا ٱدْخُلُوا۟ عَلَيْهِمُ ٱلْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَٰلِبُونَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".[Surat Al-Ma’idah Ayat 23]
Sehingga semakin kuat iman seseorang akan semakin tawakal kepada Allah.
Wallahu 'alam