Majlis ilmu yang membahas Al Quran & Hadits akan Allah turunkan ketenangan, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699)
Bekal sakinah (ketenangan) akan menambah keimanan seseorang, sehingga akan menambah ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Terkadang orang meremehkan perbuatan maksiat yang dia tahu itu adalah maksiat, tapi dia menganggap dosanya sedikit tidak akan membahayakan dirinya maka ini kekufuran.
Jika dipahami manusia akan mengalami hisab kelak diakhirat, ada yang dihisab dengan mudah
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
Artinya Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,(Surat Al-Insyiqaq Ayat 8)
Namun ada yang dihisab dengan berat, karena maksiatnya,
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦ
Artinya Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,(Surat Al-Insyiqaq Ayat 10)
Kemudian firmanNya dalam Surat Al-Insyiqaq Ayat 11
فَسَوْفَ يَدْعُوا۟ ثُبُورًا
Artinya Maka dia akan berteriak Celakalah aku.
Hisab yang dialami manusia bermacam mulai dari perkara kecil hingga besar, maka jangan meremehkan dosa kecil apapun karena akan berakibat buruk, sebagaimana hadits dari [Abu Hurairah] bahwa ia berkata; kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tahun terjadinya perang Khaibar. Kami tidak memperoleh rampasan emas dan perak, kecuali pakaian dan barang, serta harta. Abu Hurairah berkata; kemudian Rasulullah ﷺ mengarahkan ke arah bukit Qura. Sungguh Rasulullah ﷺ telah diberi hadiah seorang budak hitam yang bernama Mid'am, hingga ketika mereka berada Bukit Qura. Kemudian tatkala Mid'am menurunkan pelana Rasulullah ﷺ tiba-tiba ia terkena anak panah dan membunuhnya. Kemudian orang-orang berkata; betapa enaknya dia mendapatkan surga. Kemudian Nabi ﷺ berkata Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sesungguhnya pakaian yang telah ia ambil pada saat perang Khaibar dari rampasan perang yang belum dibagi telah membakarnya. Kemudian tatkala mereka mendengar hal tersebut, terdapat seorang laki-laki yang datang dengan membawa satu atau dua tali sandal kepada Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata Ini adalah tali sandal dari neraka -atau beliau mengatakan Dua tali sandal dari neraka.[Abu Daud]
Sahabat adalah manusia yang sangat takut dengan perbuatan dosa, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi ﷺ menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”[3]
[3] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6492.
wallahu'alam
Youtube: Akibat Meremehkan Larangan Allah | Ustadz Ammi Nur Baits
Facebook: Akibat Meremehkan Larangan Allah | Ustadz Ammi Nur Baits
#larangan #sakinah #iman #dosa #hisab