Larangan Allah Jangan Dilanggar (Kitab Arbain Nawawi)
Kitab Arbain Nawawi - Ustadz Abu Umair, Mudir Lansia Ar-Raihan Yogyakarta Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-30 dalam seri Kitab Arbain Nawawi yang membahas tentang larangan allah jangan dilanggar (kitab arbain nawawi). Ustadz Abu Umair, Mudir Lansia Ar-Raihan Yogyakarta memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wa nastagfiruh wa naudzubillahi minuri
anfusina wayiati aalinaahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah
Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh Shallallahu Alaihi waa alihi wasahbihi
wasallam Q Allahu Taala ya auhina amanlah
haqqq W tamutunna illa waantum muslimun faqa nabiuna Muhammad bin Abdillah
Shallallahu Alaihi Wasallam Fa asdaq Hadi kitabullah W Hadi Hadi Muhammadin
Shallallahu Alaihi Wasallam was umuri mdasata Fa mdasatin bidah wa bidatin
dolalah wa dolalatin finar Mas muslimin wal muslimat jemah sekalian
rahimana warahimakumullah kita sambung kembali majelis kita di hadis yang KE30
dari Kitab Hadis Arbain annawawi nawawiah karya Al imam nawawi
rahimahullahu taala E dan kita akan membembahas e tema akhir dari hadis
30 terkait dengan AS
dan apa yang telah Allah haramkan kepada kalian Maka jangan kalian terjerumus
kepada perkara yang haram ya Dan ini nilai daripada takwa
jemaah jadi takwa salah satu di antara maknanya dan ini makna yang disepakat oleh sebagian besar para ulama
menjalankan semua syariat Allah subhanahu wa taala dan meninggalkan semua larangan-larangan Allah ya jadi
sehingga hadis ya atau as mengharamkan semua
perkara-perkara yang Allah haramkan itu bagian daripada
takwa ya Sehingga perlu untuk kita pelajari apa saja yang menjadi
larangan-larangan Allah subhanahu wa
taala tib ketika berbicara masalah perkara yang diharamkan Allah subhanahu wa taala jemah sekalian itu ada berapa
hal yang berkaitan dengan masalah bab alatimah bab masalah makanan dan juga
ada perkara-perkara yang bab masalah ubudiyah ya ibadah kepada Allah subhanahu wa
taala misalnya kita bicara di surah Almaidah ya nanti silakan dibuka
ayat 103 ya sebagai pengantar dan mukadimah bahwa dulu orang-orang
jahiliah atau orang-orang kafir jahiliyah membuat sebuah am yang
kemudian dinisbatkan kepada Allah subhanahu wa taala ya Allah Taala berfirman maallahu Min
Bakir Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan yang namanya bakhirah ya
jadi bakhirah itu eh di beberapa penjelasan para ulama terkait dengan tafsir bakhirah karena
ada empat hal yang orang-orang kafir itu menyebut penamaan-penamaan tetapi
disandarkan kepada Allah subhanahu wa taala
ya tib Ee bakhira itu salah satu yang
kalau mau diistilahkan di zaman Jahiliyah dulu
jadi orang-orang jahiliah itu memiliki unta betina jemaah yang telah beranak sampai sebanyak ee lima kali ya jadi
kalau orang Arab dulu punya anak eh punya unta dan untanya itu beranak lebih
dari lima kali dan itu jantan semua ya lalu unta betina itu
dibelah ya telinganya setelah itu kemudian
dilepaskan dan tidak tidak boleh ditunggangi sama sekali Nah hal seperti
ini dinisbatkan oleh orang-orang Arab jahiliyah itu namanya bakhirah orang yang membuat bahwa kepercayaan kalau
unta itu sudah punya anak lima kali dan jantan semua nanti maka unta yang kemudian betina Itu dipotong telinganya
atau dibelah kemudian dibebaskan dan tidak boleh ada yang bisa mengendarai tidak boleh dikendarai ya dan itu
diyakini oleh mereka orang-orang jahiliah bagian dari daripada syariat Allah kata orang-orang Arab jahiliyah
itu yang Allah sebutkan di surah al-maidah 103 jemah ya berbicara e
bakhira Kemudian yang kedua dengan kalimat
ee Istilahnya sybah ya Ini mana yang kedua yang dipakai oleh orang-orang Arab
jahiliah untuk mereka ini kemudian menisbatkan syariat kepada Allah subhanahu wa taala
ya jadi Sabah itu kalau dilihat dalam beberapa Tafsir dan
penjelasan unta yang dibiarkan pergi ke mana saja Ia berlari ya karena suatu nzar
seseorang dan tidak boleh ditunggangi tidak boleh dipakai untuk kemudian beban
berat Ya bisa dibilang sabaah itu unta yang
merdeka dan itu dianggap oleh orang-orang Arab jahelah syariat Allah subhanahu wa taala kemudian yang
ketiga disebut dengan istilah dalam al-qur'an yakni
ee wasilah ya jadi wasilah itu di antara
maknanya kata para ulama adalah seekor domba betina melahirkan anak kembar yang
kemudian terdiri dari jantan dan betina Nah maka ketika kemudian Anak Domba itu
lahir dua jantan dan betina maka yang jantan disebut dengan
wasilah dan itu kepercayaannya orang-orang Arab jahiliyah kalau itu syariatnya Allah subhanahu wa taala dan
yang ketiga disebut dengan hammun yaitu unta jantan yang tidak
boleh diganggu lagi ya karena telah membuntingi unta betina beberapa kali
jadi kalau ada unta jantan yang sudah Ee mengawini unta-onta betina maka dianggap
ini unta sebagai HAM dan orang-orang Arab jahiliyah jamaah sekalian membuat
syariat-syariat tadi itu disandarkan kepada Allah subhanahu wa taala bisa
kita bayangkan ya manusia orang kafir jahiliah mengatas
namakan itu adalah syariat Allah padahal itu adalah perbuatan mereka sehingga apa
yang diharamkan Allah itu di zaman Jahiliyah justru mereka membuat sebuah
perkara yang Allah haramkan bagi mereka ya makanya Allah menyebutkan wakinalladina kafaru yaftaruna alallahil
kadibah dan merekalah itu orang-orang kafir yang membuat eh omong kosong mereka membuat sebuah
ucapan yang mendustakan Allah subhanahu wa taala waakarum la yaqirun dan
kebanyakan di antara mereka tidak berakal ya Ini surat al-maidah ayat 103
nanti mogo dibuka dalam apa tafsir lebih dalamnya kita coba untuk ee
angkat tema ini karena berhubungan dengan tema kita jemaah bahwa banyak orang yang
mengetahui perkara yang haram Tetapi dia terkadang terjerumus bahkan ada orang
yang membuat amalan yang haram tanpa Allah subhanahala
perintahkan terhadap orang tersebut ya Ya makanya nanti kenapa kita bahas khusus bab masalah ini karena banyak di
antara mungkin ee di masyarakat ini bukan Amal ini bukan
syariat tetapi sebagian di antara orang menganggap itu syariat ini seakan-akan
kalau mau dicontohkan dikompres gitu ya sama dengan orang-orang jahiliyah mengatakan yang namanya kemudian
hamun atau wasilah ataupun kemudian bahirah mereka membikin sebuah syariat
tersendiri kemudian disandarkan kepada Allah subhanahu wa taala ya makanya
Allah menyebutkan eh maja'alallahu Min bakhirah wbah
jadi Allah tidak membuat syariat tersebut dan ini Allah sudah ingatkan di surat almaidah ayat 103 dan ini kalau
kita kiaskan dalam bentuk amal atau perbuatan yang Allah tidak syariatkan tetapi banyak orang yang mengamalkan
maka berarti dia telah apa terjerumus dengan perkara yang Allah haramkan dan dia masuk dalam lubang keharaman baik
nah Jah sekalian rahimakumullah kita ambil kasus contoh lagi ya Di surat al-an'am misalnya ayat
yang ke-145 bab masalah Allah haramkan masalah beberapa jenis makanan jemaah
atau mungkin juga bisa benda ya ka ajidu ka ajidu Fima ukhiya
ilaiya Katakanlah Muhammad Tidaklah aku jumpai apa yang Allah haramkan
kepadaku alatimi yat'am terhadap makanan illa ayyakuna kecuali makanan itu
mayitah ya Maita itu bangkai ya Jadi ini kalau juga kita eh
apa pahami secara rata maka juga tidak tepat dan tidak benar karena ada bangkai
yang diperbolehkan ya jadi semua bangkai itu haram kecuali jarat dan
Samak belalang dan ikan jemaah ya tetapi kalau kita melihat dalam ayat yang umum
seperti ini maka secara Gis besar yang namanya maitah bangkai itu haram k kedua
Daman ya darah kemudian lahmal khinzir daging
babi dan semua itu fainnahu rijsun Karena perkara-perkara yang najis dan
termasuk di antaranya adalah ukhillhairillah sesuatu yang disembelih
bukan atas nama Allah subhanahu wa taala itu juga haram jadi perkara-perkara yang
haram Allah sebutkan itu ada yang sifatnya memang bentuknya makanan dan sebuah zat yang tidak boleh kita u ada
yang sifatnya perkara-perkara dalam Bab syariat ya makanya kalau kita
kelompokkan gitu ya kualifikasikan ini perkara yang haram dalam Bab masalah
ee makanan atau ini adalah bab masalah ibadah atau ibab masalah akidah atau
muamalah itu nanti kalau kita kelompokkan semua maka seseorang tidak boleh mendekat dengan perkara yang yang
haram dan Allah Contohkan lagi di surah al-an'am ayat 151
katakan Muhammad bacakan untuk mereka orang-orang yang telah RAB kalian
haramkan terhadap kalian semua Apa itu jangan kalian berbuat kesyirikan
kepada Allah dengan sesuatu Apun dan terhadap orang tua kalian
berbuat baiklahum
dan jangan pernah membunuh anak kalian karena takut masa miskin atau Jatuh Miskin ya Ini juga salah satu di antara
hal yang Allah haramkan kita pot sampai situ
dulu jangan kalian dekat-dekat dengan yang namanya alw perbuatan yang
keji yang nampak dari kalian at atauersunyi
dan juga tidak boleh membunuh jiwa yang telah Allah haramkan ya Jadi maksudnya
jiwa seorang muslim itu Allah haramkan jemaah tidak boleh ditumpahkan darahnya
ya Walaupun mungkin muslimnya dia muslim misalnya muslim KTP ataupun muslim baru
e kenal beberapa syariat enggak boleh ditumpakkan darahnya illa bilhaq kecuali
diperbolehkan dalam syariat ya yang dibolehkan itu adalah apa anfsu binafs
orang bunuh maka dibunuh kemudian asayibuzzani seorang yang sudah menikah
tapi dia berbuat zina itu boleh dibunuh kemudian almufar Lil jamaah orang yang
keluar dari barisan kaum muslimin yang dalam hal ini murtad maka boleh dibunuh
Jika dia memerangi kaum muslimin ya Selain tiga itu maka tidak di
diperbolehkan Ti Jah sekalian rahimakumullah nah Berbicara masalah perkara yang haram ya
Allah Azza waalla berfirman ketika mereka nanti di hari kiamat jamaah sekalian maka akan diminta
dan disuruh mendatangkan Jadi kalau ada orang buat aturan ya Misalnya Anggaplah kayak orang jahiliyah tadi ya bikin
aturan seperti bakhirah seperti wasilah seperti hama maka mereka nanti
akan diminta mendatangkan syahid-syahidnya
saksi-saksinya ketika membuat di hadapan Allah subhahu wa taala ya
allahal berfirman dalam surat alanam katakan Muhammad kepada mereka
orang-orang kafir yang membuat syariat ataupun aturan ketika di
dunia datangkan kepada mereka yang namanya suuhada saksi-saksi
Mere yang perumpuk meringkan
perkara-perkara tertentu
yaallah Sesungguhnya Allah mengharamkan ini ya kata mereka jadi ketika mereka
bikin aturan kayak orang jahiliah tadi ya atau misalnya orang-orang itu kemudian membuat aturan yang kemudian
tidak Allah atur nanti di hari kiamat mereka disuruh mendatangkan syhada mereka Jadi kayak siapa saksinya maka
Allah katakanahidu jika Mereka kemudian memberikan persaksian fashad maahum maka
tidaklah sekali-kali engkau memberikan persaksian kepada mereka fabitahum mereka tidak mampu untuk
memberikan persaksian walaupun di dunia bersekongkol jemaah ya Kenapa demikian karena di hari
kiamat La yatakallamuna illa Man lahurahman waqaba di hari kiamat ini
orang enggak akan bisa bicara jemaah ya makanya paling beratnya itu
dalang daripada orang pembuat ee perkara yang Allah Bolehkan tapi dia
haramkan ya makanya yang paling berat itu orang yang ketika misalnya perkara yang Nabi tidak perintahkan tapi dia
membuat aturan sendiri itu namanya bidah nah orang yang membuat perkara bidah itu Masyaallah naudubillah beratnya luar
biasa jemah karena dia nanti di hari kiamat disuruh mendatangkan saksi ya
misal nih contoh sederhana ada orang mengajarkan kepada kita atau pada orang terkait dengan amalan-amalan tertentu tu
ya Misalnya zikir atau doa 1100 atau
1 11 misalnya nanti keutamaannya ini ini ini itu jika itu tidak benar maka
berarti ini orang telah membuat sebuah syariat yang tidak dibuat oleh Nabi Alaihi salatu Wasalam Maka nanti di hari
kiamat dia disuruh mendatangkan saksi-saksinya siapa saksi yang dulu
engkau datangkan untuk membuat syariat itu ya dan mereka tidak bisa bersaksi
dan tidak bisa berkata dan mereka kemudian dihisab oleh Allah subhanahu wa taala
ya baik kemudian ayat yang lain jemah sekalian ya sebelum Nti kita masuk di
penjelasan yang beliau sampaikan di sini Allah Taala berfirman dalam surat annahl ayat yang 116 dan sampai 117 wala takulu
lima tasifu alsinatukum dan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang
disebut-sebut oleh lisan-lisan mereka yang dusta ya alinat hukum
alkadib jadi orang yang mengatakan lisannya itu Hada halal W had haram ini
halal ini haram padahal enggak demikian jemaah ya litaftaru alallahil kadib dia
mengatakan ini halal ini haram tetapi motifnya adalah
dusta ya maka Allah katakan Apakah kalian akan mendustakan nama Allah
subhanahu wa taala ininaarahb sesungguhnya orang-orang yang
mengatasnakan kepada Allah dengan kedustaan la
yuflihun tidak akan beruntung ya abada selama-lamanya walahum adabun alim dan
bagi mereka siksa yang sangat pedih ayat yang lain jemah sekalian membicarakan
masalah orang yang membuat produk agama atau syariat halal dan haram yang tidak
sesuai dengan Allah subhanahu wa taala ya surat Yunus ayat 59 katakanlah kepada
mereka Apakah mereka
mengira yang telah Allah turunkan kepada mereka berupa
rezeki yang aku jadikan kata Allah ini haram ya Wal dan ini halal makanya sudah
kita Bah di hadis yang sebelumnya bahwa Har bayinun perkara yang halal itu
jelas Perkara yang haram itu apa jelas kok tiba-tiba ada orang yang menabrakkan
antara ini halal haram dia tabrakkan semua sehingga dia simpulkan Allah
halalkan tapi dia bikin ini haramkan ya Apa kata Allah subhanahu wa taala
Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka Apakah mereka itu yang dusta
ataukah Allah yang dusta ya Ee jemah sekalian rahimakumullah dan EE Mas banyak kalau
kita bicara ayat Bagaimana orang-orang kafir itu ditantang oleh Allah subhanahu wa taala ketika ini mereka membuat apa
syariat tersendiri ayat-ayat yang kita baca Jema sekalian sebagai bentuk apa penegasan
saja ya karena kalau kemudian kita saat ini jumpai Bagaimana Terkadang ada orang
yang ya karena syariat itu kan sudah 1446 tahun yang lalu jemaah kurang lebih
ya di saat nabi kita alaihiatu wasalam pertama kali Dakwah terhidung 1 Hijriah
sampai wafatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berarti kurang lebih sekitar 15 abad yang lalu atau 14 abad yang lalu
sehingga zaman 14 abad yang lalu atau 1446 tahun ini itu kemungkinan ada
syariat-syariat yang mungkin kita enggak tahu jemaah kita enggak tahu atau belum tahu tiba-tiba kita dapat informasi dari
orang lain atau dari nenek moyang kita atau mungkin dari leluhur kita atau mungkin dari inform masih
saudara-saudara kita atau mungkin guru-guru kita yang itu gak benar misalnya nah ini makanya Kenapa Islam
itu memberikan catatan eh dan Imam Bukhari menjelaskan di awal kitabnya alu
alilmu qoblal Qui Wal amal jadi ilmu itu standarnya ilmui dulu sebelum kita
beramal dan berucap biar tidak salah dalam
mengamalkan ya sejak awal sudah diingatkan oleh Imam buk i ilmui dulu ketahui dulu sebelum
kita berucap dan beramal sehingga ini untuk me apa kita agar waspada dan kita
benar-benar hati-hati agar kita tidak terjerumus dengan perkara yang mungkin
ini Allah haramkan malah kita halalkan atau Allah halalkan ternyata malah kita
haramkan naudubillah ya Sehingga ini ee salah satu di antara kesalahan yang
fatal bagi seorang yang ketika dia dihadapkan di hadapannya perkara-perkara
yang mungkin dia enggak tahu hukumnya Tetapi dia lakukan nah kemudian J sealian
rahimakumullah ketika kemudian nabi kita juga pernah bersabda Ya karena ee perkara-perkara yang halal itu jelas
Perkara yang haram itu jelas ya maka Kenapa sih kalau kita bicara dua hal ini jemah sekalian Ya Halal Haram baik buruk
ya atau ada tauhid ada Syirik ada sunah ada bidah ada taat ada maksiat ini
kenapa harus kita kenali sampai sekelas sahabat nabi yang mulia hudzaifah Ibnu Yaman mungkin satu-satunya sahabat ya
jamaah Di antara sekian banyak sahabat yang beliau berorasi dan sering menanyakan terkait dengan
perkara-perkara yang buruk itu sahabat khudzaifah Ibnu Yaman Ya bisa dibilang
juga beliau adalah salah satu di antara dainya nabi jadi mubaliknya nabi itu
enggak banyak jemaah termasuk yang menjadi mubaliknya nabi yang diutus untuk dakwah itu hudaifah Ibnul Yaman
dan beliau juga menyandang salah satu di antara gelar sahabat sirnya nabi pemegang
rahasia kunci gembongnya orang-orang munafik itu hudzaifah ya Dan hudzaifah
kalau bertanya pada nabi perkara yang buruk-buruk jemaah tentang fitnah tentang bahaya ya tentang keburukan di
akhir zaman itu hudzaifah ya makanya sampai-sampai pernah suatu ketika ee
Umar Bin Khattab radhiallahu taala anhu dikatakan oleh Sakik ya Saki itu seorang
seorang tabiin muridnya hudzaifah jadi Sakik menceritakan dari gurunya
hudzaifah menceritakan kisah ketika bersama dengan Umar jadi kata hudzaifah
kunna Ma amiril mukminin Umar Bin Khattab dulu kami pernah bersama dengan Umar tiba-tiba kemudian Umar bertanya
tentang sebuah hadis hadis yang membicarakan tentang fitnah jadi hudzaifah dan kenapa
khudaifah paling paham terkait dengan hadis fitnah karena beliau orang yang tanyanya terkait dengan kebanyakan yang
buruk-buruk jemaah nah poinnya kita enggak bahas hadis itu karena itu panjang eh Perlunya kita mengetahui
perkara-perkara yang haram itu agar kita enggak terjerumus jamaah perlu juga kita mengetahui perkara-perkara yang
diperintahkan agar kita bisa melakukan dan mengenali perkara-perkara yang haram agar kita waspada kan gitu makanya
kenapa bicara takwa itu kan menjalankan syariat Allah dan meninggalkan Larang Allah kalau hanya sekedar menjalankan
jemah sekalian tapi juga faktanya Dia berbuat maksiat itu belum takwa atau ada orang
yang Mungin dia meninggalkan maksiat tapi juga meninggalkan ketaatan itu juga tidak takwa ya yang kadang-kadang di
desa atau di kampung ada orang yang seperti ini tipekalnya orang ini ee dia memang baik jemaah ya enggak
pernah gunjing enggak pernah Giba enggak pernah menyakiti orang pokoknya secas
sosialnya itu dipujilah sama masyarakat baik orangnya enggak pernah berkata
dengan perkataan yang menyakitkan enggak pernah berkataan e Giba adu domba tapi juga enggak pernah salat enggak pernah
salat ya enggak pernah melakukan kewajiban puasa bulan Ramadan enggak puasa
misalnya pertanyaannya tipe contoh yang pertama ini dikatakan orang bertakwa apa
enggak jemaah tidak jadi ternyata baik secara
manusiawi hukum manusia wi pokoknya enggak pernah menyakiti sama sekali tapi juga dia enggak pernah taat enggak
pernah salat enggak pernah puasa di bulan Ramadan ya yang wajib-wajib maka
ini bukan orang yang disebut dengan takwa sebaliknya pula ada orang yang mungkin dia salatnya Masyaallah rajin
puasa ramadannya dia enggak pernah ketinggalan amal-amal Saleh Dia kerjakan semua tapi ternyata dia juga punya
profesi kemaksiatan yang jalan terus ini pun tidak dikatakan tak takwa ya karena
takwa itu eh menggabungkan antara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan larang Allah
sehingga mengenali larangan-larangan Allah itu menjadi hal yang yang penting nah Ti jemah sekalian e rahimani
warahimakumullah kemudian eh kita lanjutkan di perkataan beliau di sini almuharamatu asyaun qilah binisbatiir
muharomat ya Jadi perkara-perkara yang haram eh Memang kalau kita berbicara masalah
BAB apa bab larangan-larangan Allah subhanahu wa taala mungkin tidak terlalu
banyak jemaah ya ya apa sih Coba kalau kita bicara larangan Allah yang paling
Allah larang Untuk kita dalam ayat tadi yang kita baca Alla tusriku
bihiah jadi bahkan orang itu kalau dia menghindari satu larangan ini saja sedangkan dia membawa dosa maksiat
Selain kesyirikan itu levelnya aman jemah ya levelnya Apa aman di hari
kiamat ya bukan berarti k kemudian ee maksiat boleh bukan bukan gitu ya tapi
artinya kalau orang itu meninggal dan dia tidak pernah berbuat kesyirikan sedikitp Walaupun dia punya dosa-dosa
yang lain dosa maksiat misalnya Giba domba misalnya mencuri Allah masih bisa
tolerin jemaah ya karena kesyirikan ini penentu nanti kekal dan tidaknya seorang
muslim ketika sampai meninggal dalam kondisi membawa dosa Syirik ini ya Bahkan kalimat
innallahafiru aus bihi Allah tidak mengampuni pelaku
kesyirikanfirasya dan Allah ampuni orang-orang yang berbuat kesyirikan Siapa yang Allah kehendaki sampai-sampai
kata Ibnu qayyim rahimahullah taala kalau ada dosa kesyirikan dibawa mati maka bisa jadi orang ini diadab sampai
Abadi ya seandya kita menghindari kesyirikan saja sudah bismillah Insyaallah aman ya mungkin barangkali
kecandung dalam maksiat yang lain dosa-dosa yang lain ya Sehingga kata para ulama dengan menisbatkan kepada
perkara-perkara yang haram itu memang tidak terlalu banyak
ya tib kemudian di hadis yang berikutnya di potongan potongan berikutnya fasakata
Anil Asya dan EE mendiamkan perkara-perkara yang Allah
diamkan jemaah jadi artinya tidak tidak mengambil pusing ya kalau Allah
enggak menjelaskan enggak perlu kita repot-repot untuk mencari penjelasan itu
maksudnya ya fasakata E an Asya ketika Allah kemudian mendiamkan perkara a
annallaha sakata Allah tidak membahas ya contoh misal kita berbicara masalah Alif
Lam Mim misalnya yang artinya ya Alif Lam Mim ya enggak usah diartikan yang
lebih dari itu t juga nabi ketika ditanya terkait dengan Alif Lam Mim nabi katakan ya Alif Lam Mim dan semua pakar
tafsir menjelaskan terkait dengan Alif Lam Mim ya Alif Lam Mim ya kok ternyata
ada sebagian di antara ya orang yang kemudian menterjemahkan Alif Lam Mim
dengan istilah alifnya itu Allah lamnya malaikat mimnya Muhammad Nah itu memang
agak pas ya kebetulan saja Alif Lam Mim alifnya itu Allah lamnya mal malaikat J
ya bukan malaikat harusnya Karena malaikat itu kan depannya mim juga jemaah bukan lam tapi Anggaplah betul
Gitu ya mimnya kebetulan Muhammad Nah itu agak nyambung tapi kalau kudian misalnya surah Nun itu siapa I kan surah
qf itu siapa ya Jadi kalau enggak disebutkan enggak usah dicari-cari Dan inilah Kenapa syariat itu sesuatu yang
tidak dijelaskan enggak perlu di diulik-ulik enggak buh dicari-cari contoh jemah sekalian Berapa
jumlah nabi dan rasul yang Allah turunkan di muka bumi ini ada berapa ada 3.000an lebih jemaah
yang jadi Rasul ada sekitar ee 2000
2000an yang kita tahu hanya 25 saja jemaah yang Allah sebutkan hanya apa 25
enggak lebih dari itu dan Allah Sebutkan 25 nama-nama itu pun ada yang Allah kisahkan dengan kisah
yang panjang misal dalam surah ee Yusuf lumayan cukup panjang Nabi Musa
cukup panjang di antara nabi-nabbi dan rasul itu pun ada yang kisahnya pendek
misalnya nabi Dul kifli pendek sehingga kadang-kadang kita itu kemudian dibatasi
dengan nominal padahal Allah sebutkan lebih banyak yang tidak kita ketahui jumlah malaikat misalnya ya jumlah
malaikat paling kita tahunya ada 11 enggak lebih dari itu jemaah padahal malaikat ketika Isra mikrajnya nabi
Alaihi salatu Wasalam nabi itu mengimami malaikat yang sehari salat dan tidak
kembali lagi itu ada 10.000 setiap hari jemaah sehari salat
keluar dan gak balik lagi ada 10.000 terus sampai kiamat ya lah kita tahunya
jumlah malaikat berapa paling cuma 11 ya kan disuruh nyebutin 20 aja kayaknya
enggak nyampai ya jadi sehingga kalau enggak disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala jangan kita Apa mencari-cari
itu bagian daripada Akid seorang muslim yang baik ya jadi mencukupkan dengan apa yang Allah sampaikan
nah baik kemudian kita coba melihat penjelasan dari beliau terkait dengan apa yang Allah diamkan maka kita cukup
untuk diam ya e wusifallahu eh Azza waalla
bihiisaukut almaqobilil kalam ya Dan Allah disifati dengan Bagaimana Allah
subhanahu wa taala itu mendiamkan perkara karena memang tidak dibahas oleh Allah subhanahu wa taala ya maka tugas
kita untuk diam ya Inama hkut yuqilharul
hukum karena kalau orang itu mendiamkan perkara yang Allah diamkan berarti sudah nampak hukumnya bahwa perkara ini
Bahwasanya Allah telah Jelaskan dan tidak jelaskan ya makanya
ee beberapa yang bisa kita ambil faedah dari syariat itu tidak dibahas atau
sesuatu yang tidak dibahas oleh Allah subhanahu wa taala karena hukum hukum Allah subhanahu
wa taala itu luas jemaah ya jadi hukum Allah subhanahu wa taala itu apa luas dan semua hukum Allah itu untuk
kemaslahatan umatnya tidak ada satupun hukum yang Allah berikan kepada kita melainkan ada kemaslahatan dan kebaikan
apapun itu jemaah Ya baik yang kita tahu ataupun yang tidak kita tahu dan faktanya
mungkin barangkali masih banyak di antara ee bab-bab atau sesuatu yang tidak kita
tahu jemaah ya
tib salah satu di antara yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan Kenapa
setelah disebutkan Allah menjadi sebuah perintah ya jadi ketika Allah menyebutkan sesuatu maka sesuatu itu
menjadi menjadi perintah yang tidak disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala
maka tidak jadi perintah sebagaimana nabi kita Alaihi salatu Wasalam juga ketika
menyebutkan sesuatu maka akan menjadi sebuah perintah ya makanya para sahabat nabi alaihiatu wasalam seringnya mereka
itu kalau bertanya kepada nabi alaihiatu wasalam sesuatu yang tidak memberatkan mereka para sahabat ya kalau bertanya
perkara-perkara yang sekiranya bisa di dilakukan oleh mereka ya dan nabi paling paham Kapan kira-kira kemudian ee
hambanya atau umat-umatnya nabi Ini mampu melakukan atau tidak ya kalau kalau dikira enggak mampu maka nabi
tidak perintahkan mereka para sahabatnya dan banyak hal yang kalau kita bicara masalah syariat-syariat nabi yang di
mana terkadang kita tidak mampu dan memang tidak mampu melakukan sedangkan nabi mampu untuk
melakukan ee tib J sekalian kaum muslimin rahimakumullah
ee ada nuklian yang bagus yang dikarang oleh Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala di kitab yang lain saya tambahkan
terkait dengan bab masalah Allah mengharamkan perkara ya maka tugas kita
untuk senantiasa menghindari dan Allah mendiamkan perkara itu artinya pun kita juga harus menghindari jemaah ya tidak
perlu dibahas ya bab sesuatu yang berlebihan ya kata Ibnu Taimiyah
rahimahullahu taala ketika seorang itu mengamalkan amalan yang Allah perintahkan ya Jadi tidak boleh juga
orang itu mengamalkan amalan yang berlebih-lebihan manakala standarnya
misalnya ee Anggaplah amal itu ee di angka lima misalnya tidak boleh
melebihi di angka 6 atau 7 karena semua orang yang melebihi amalnya yang tidak sesuai dengan
kemudian Allah perintahkan maka jatuhnya kepada halakal mutanattiun Celakalah
orang-orang orang yang berlebih-lebihan dalam amal ya makanya kenapa Islam itu
memberikan sebuah penjelasan atawassutu pertengahan jemah dalam semua hal mau ibadah pertengahan ya muamalah
juga pertengahan bersosial juga pertengahan mendidik anak mendidik istri itu juga pertengahan Bagaimana kita
bicara dengan orang juga pertengahan itu enak namanya altidal ya Sehingga kaidah
altidal itu dipakai oleh para ulama untuk menjelaskan terkait dengan bagaimana batasan yang nanti biar orang
itu bisa mendapatkan kebaikan Ya seperti misalnya dikatakan oleh Syekh
bakar Abu Zaid eh rahimahullahu taala seorang tabiin Beliau pernah suatu ketika
menunjuk ee apa suatu waktu di zaman beliau menunjuk seseorang yang disebut
dengan attaalum ya attaalum itu tipekal orang yang Kalau mungkin di majelis atau
dikumpul itu apa di tempat kumpul di tempat rapat ataupun di tempat
perkumpulan dia itu semacam sok sok tahu jemaah ya kan ada ya tipikal orang yang
mungkin seperti itu ya jadi di sebuah kumpulan atau mungkin di sebuah organisasi atau mungkin di tempat di
mana kita punya komunitas ada tipe orang yang dia sok tahu atau sok pintar nah
ketika di zaman ee syek bakar Abu Zaid ya rahimahullahu taala maka ada orang
yang merasa dia ini lebih hebat daripada yang lain maka kemudian kata Beliau mengatakan Apakah engkau punya fatwa ya
Jadi biasanya kalau dulu ya Ya enggak tahu kalau sekarang ya kalau dulu orang itu merasa sok pintar atau sok memiliki
ilmu dibanding yang lain maka pertanyaan yang paling awal Apakah anda punya fatwa
yang anda keluarkan untuk sebuah hukum ya makanya ini Bapak Ibu kalau
ketemu orang yang agak sok pintar tanya gitu coba pak sampean punya fatwa enggak gitu
ya kemudian kata si ee orang tadi ya
mengatakan saya punya fatwa jadi berarti punya fatwa itu
ee hasil produk kajian yang menjadi kesimpulan jemaah yang kemudian jadi
hukumnya boleh dan enggak boleh misalnya atau halal atau haram ya dengan ijmak
yang telah disimpulkan oleh sipong fatwa Saya punya katanya kemudian kata Syekh
Abu Bakar e Syekh bakar Abu Zaid rahimahullahu taala Oke kalau gitu coba saya mau dengar fatwa Anda apa ya fatwa
Anda apa kemudian orang ini menyebutkan sebuah fatwa ya dan ternyata fatwa ini
ee kesimpulannya aja jemah ya fatwa yang kemudian disampaikan itu menyimpang dari
analisa kajian al-qur'an dan asunah ya kalau
orang yang berijtihad mengeluarkan fatwa tanpa ada tendensi kesombongan kayak
orang ini mungkin masih dimaklumi ya jemaah ya Bahkan pembuat fatwa itu atau berijtihad itu nabi katakan mendapatkan
ajroni ya dua ganjaran bagi orang yang membuat ijtihad
kok ternyata dia salah dia dapat dua ganjaran ganjaran yang pertama karena
sudah usaha ganjaran yang kedua karena apa Karena jeripaynya dia
niatnya baik tapi orang ini Gak orang ini dalam rangka ingin menunjukkan kalau dia memang lebih dari yang lain makanya
kemudian fatwa yang engkau sampaikan adalah fatwa yang berseberangan dengan al-qur'an dan asunah akhirnya kemudian
kata ee bakar Abu Zaid rahimahullahu taala
anidan Jangan berbicara tentang Allah subhanahu wa taala yang engkau tidak ada
pengetahuannya ya Bukankah tidak ada kalimat dusta yang paling dusta kecuali
orang menyebutkan nama Allah subhanahu wa taala sedangkan Allah tidak menyebutkan hal
tersebut makanya perlu hati-hati benar jemaah sekalian ya terkait dengan lisan terkait dengan mungkin kita dapat
informasi apapun informasi yang kita terima itu benar-benar harus dicek dan
validasi data benar ya karena Kalau salah kita biasanya kalau dapat informasi kita share atau kita kirim ke
teman ya dan banyak sekali di WA itu kadang-kadang saya pun juga sering dapat dapat wa dari seseorang yang asal share
saja asal kirim saja dan ini jelas-jelas yang dikirim ini ee sangat jauh dari
tata cara Islam tapi karena Mungkin beliau menganggap ini mungkin ya asal nge-share aja tanpa dia baca dan dia
enggak tahu juga hukumnya dia enggak ngerti juga bagaimana kaidah-kaidahnya sehingga ini yang terkadang ee banyak
orang yang mendapatkan kerugian daripada informasi yang yang menyimbang
tib jamaah sekalian kaum muslimin rahimakumullah dan sedikit barangkali kata Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala
adanya waid jemah sekalian ini waspada hati-hati adanya ancaman yang sangat
keras Siapa yang mendustakan Allah subhanahu wa taala bila ilmin otomatis
orang yang mendustakan Allah itu tanpa ada informasi ilmu ya manakala seseorang
yang berbuat salah ingat kesalahan orang itu ada yang makdur ada yang mafu ada yang kemudian
dihisab ada kesalahan yang Allah ampuni ada kesalahan yang Allah maafkan tapi ada kesalahan yang ini enggak dimaafkan
jemaah ya salah satu di antara kesalahan yang kemudian menempati level yang
membahayakan bagi dia di hari kiamat adalah termaktub dalam surat
annakl yakni innalladina yaftaruna alallahil kadibah orang-orang yang
kemudian mereka ini mengada-ngada kebohongan terhadap Allah subhanahu wa taala
ya jadi dia mengatakan AB C D E tapi Allah enggak mengatakan AB c d Misalnya ini kesalahan yang mungkin
tidak dimaafkan oleh Allah subhanahu wa taala Kenapa karena Allah berikan balasan yang sangat berat pada hari
kiamat bagi orang yang dia mengatakan sesuatu tentang Allah sedangkan Allah
tidak demikian ya Allah Taala berfirman la
yufliu matail dan mereka ini yang telah berbuat kebohongan terhadap Allah subhanahu wa
taala tidaklah mereka itu mendapatkan mataun qolil ya mata itu
kenikmatan jemaah walaupun cuma sedikit ya walahum adabun alim dan bagi dia dan
bagi orang yang mengatas namakan Allah subhanahu wa taala tapi dia dusta mendapatkan sisa yang sangat pedih n ini
ancaman yang kata Ibnu Taimiyah rahimullahu taala perkara yang diharamkan bagi orang yang ketika
mengatas namakan Allah Tetapi itu salah ya dan kata beliau rahimahullahu taala
Allah subhanahu wa taala mengancam terhadap orang yang berbuat dusta terhadap Allah subhanahu wa
taala berdusta terhadap hukum-hukum syariatnya berdusta terhadap sifat dan
zat Allah subhanahu wa taala ya sifat Allah dan zat Allah subhanahu wa taala
ya makanya kalau sudah bicara terkait dengan ilmu Allah itu kalau benar-benar kita ya tidak di bidangnya mending Aksan
lepas jemaah ya karena ada sanksi yang sangat berat bagi mereka juga terhadap
pernyataan ya mereka orang-orang kafir ataupun orang-orang yang menyebutkan nama Allah subhanahu wa taala ini halal
ini haram tetapi Allah subhanahu wa taala tidak mengatakan Demikian Ya maka ini yang disebut dengan innalladina
yaftarunaallahi alkadib jadi sesungguhnya mereka orang-orang yang kemudian membuat eh mengada-ngada atas
nama Allah yang mereka dengan mendustakan Allah subhanahu wa taala dan tidak ada perkara yang jauh lebih
berat azab dan siksanya melainkan mereka mendustakan nama Allah subhanahu wa
taala Ti masih melanjutkan perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala ya
beliau menyebutkan orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya terhadap Allah subhanahu wa taala Maka nanti lisan ini
akan Allah Azab dengan azab yang mengerikan ya
imma Fid Dunya wafil akhirah bisa jadi kasusnya Allah berikan sanksi di dunia
dan naudubillah minzaliknya Allah berikan sanksi di akhirat dan itulah dampak daripada orang yang berbicara
kepada Allah atau atas nama Allah tanpa ada tanpa ada ilmu nah eh t sekalian
kita azan sejenak nanti setelah azan kita e Sambung kembali dan kalau ada pertanyaan Monggo bisa disampaikan nah
Baik jemaah sekalian kaum muslimin rahimakumullah Mungkin ada yang mau ditanyakan atau disharingkan terkait
dengan materi atau mungkin di luar materi
bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam warahmatullahi wabarakatuh izin bertanya Ustaz eh Ana
pernah melihat eh hadis atau mungkin postingan di media sosial terkait ee
yang berkataannya seperti ini ee hal yang lebih aku cintai
yaitu seseorang yang makan malam dengan ibunya lebih aku cintai dibandingkan
Haji sunah lebih aku cintai lebih aku cintai
dibandingkan Haji sunah atau apa Haji atau apa k gitu Ustaz ngih Coba diulangi
lagi hadisnya Oh gigih sebentar P cararan Ustaz
ee makan malam bersama ibumu yang membuat ia bahagia lebih aku cintai
daripada haji tatawu nah yang mau anda tanyakan e apakah e
terkait e makan bersama ibu ini Apakah hanya berlaku di waktu makan malam saja
ataupun eh di waktu pagi ataupun siang dengan kondisi kita makan dengan ibu
kita
ja e pertama Har tadi hadisnya sahih ya Ee terdapat dalam Sahih Muslim Kalau
tidak salah jadi itu keutamaan Birul Walidain ya jemaah sekalian yang pertama Ya jadi kalau menyandingkan terkait
dengan empat ee atau amal-amal yang istimewa seperti Haris tadi daripada
haji tatawuk ya Haji sunah bukan haji yang wajib Ya karena memang kalau
ditinjau ada tiga tiga hal minimal yang pertama adalah hadis ini membicarakan terkait dengan keutamaan berbakti dengan
orang tua jadi bersama dengan orang tua atau makan dengan orang tua itu jauh lebih utama daripada Memang e haji
tatawuk haji sunah bukan haji yang wajib ya walaupun berbakti dengan orang tua
yang Betulnya makan juga wajib itu yang pertama terkait dengan karena ini hadis terkait dengan keutamaan berbakti dan
dekat dengan orang tua yang kedua untuk memberikan semangat dan motivasi pada sahabat waktu itu ketika mereka
eh yang belum bisa Haji maka silakan mereka mendekat dengan orang tua mereka
ya makanya sampai-sampai pernah nabi bikin sebuah asi terkait
dengan sahabat yang ketika minta izin perang maka nabi katakan ditanya Apakah
kedua orang tua Anda masih hidup dia mengatakan Iya kemudian nabi kita bersabda fajahid bihima silakan engkau
pulang dan berjihadlah di dengan orang tuamu ya artinya bisa jadi selevel dia
berbakti dengan orang tuanya dia setara dengan jihad fisabilillah terus yang ketiga ee hadis yang disampaikan tidak
kemudian ee Haji tatawuk atau Haji sunah itu kemudian tidak lebih besar ya Jadi
ini ada spirit motivasi makan malam bersama ibu itu lebih aku cintai kata
nabi alu wasalam karena ada motivasi yang kuat disuruh untuk Birul Walidain jadi eh sedangkan haji tatawu yang
berarti sudah haji yang wajib jemaah ya karena kalau sudah wajib berarti yang sunah maka berbakti atau makan dengan
orang tua lebih lebih Afdal wallahuam Jadi yang pertama tadi kita sebut adalah motivasi untuk kita berbaik dengan orang
tua nih ent Mar Bapak
Ibu Monggo
Pak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waikumsalam warahmat tadi Pak ustaz menyampaikan e apa yang di
almaidaha tadi yang syariat yang disampaikan oleh tidak diadakan oleh
tidak diwajibkan oleh Allah tapi kaum jahiliah itu menjadikan suatu Syariah GU
dan itu adalah suatu perbuatan yang tidak benar Nah saat ini kan kita Apakah
ini ee surat ini bisa kita lihat dengan
kondisi kita saat ini yang ada banyak sekali yang tidak disyariatkan tapi itu
menjadi suatu syariat yang kita jalankan bersama-sama sebagai e rakyat Indonesia
gitu Pak ustaz contohnya misalnya kita Ada apa namanya ee
ee riba yang kita kita jalankan terus tiap hari itu aja mungkin Pak ustaz
Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh J tadi Almaidah eh 103 Coba
nanti bapak ibu dibuka saya agak lupa ya kalau enggak salah 103
sih terkait dengan bahiro dan seterusnya itu tib apakah ayat tadi kemudian bisa
dianalogkan dengan kasus-kasus yang ada iya bisa semua yang tidak Allah syariatkan jemaah sekalian dan kemudian
orang itu mengatasnakan syariat Allah mirip-mirip dengan kejadiannya orang jahiliyah ini dia mengatakan bakira
kemudian katanya syariat Allah padahal tidak ya makanya Allah katakan di akhir ayat itu bahwasanya mereka ini berdusta
terhadap nama Allah berarti sama semua kasus yang sampai hari ini yang di mana
orang-orang mengatas namakan ini adalah syariat Allah ini adalah Allah perintahkan ini boleh ini halal padahal
Allah mengharam kan semua allah tidak membolehkan semua ya sama nah cuma beda contoh saja ya beda kasus yang terjadi
di zaman dulu kalau kita lihat dari Almaidah eh 103 ini orang-orang
jahiliyah meyakini hewan-hewan mereka ya identi dengan unta kalau ini begini kalau itu begitu kalau sekarang dengan
modifikasi barangkali amal dan juga modernnya zaman terkadang kemudian dengan varian amal yang memang itu tidak
Allah syariatkan Tetapi dilakukan sama apa Apun itu contoh kasusnya perlu kita mungkin lihat kasus dan contohnya baru
kita bisa melihat ini perintah ataukah tidak nah wallahu taala alam ngih
Malih Bapak Ibu
sekalian ee Ustaz ingin bertanya Ustaz ee adakah
kaidah-kaidah yang EE berkaitan dengan mendiamkan apa yang
Allah diam ee yang AllAh tidak memberikan penjelasan begitu karena
eh kita terpikir kalau itu seperti itu nanti mungkin eh banyak kasus yang
timbul di perkara di zaman-zaman yang sekarang itu tidak muncul di zaman lalu
E tapi banyak ijtihad-ijtihad yang akhirnya kita berupaya mengeluarkan
Apakah itu termasuk bentuk Ee kita ee apa namanya ee melanggar dari
mendiamkan itu sehingga butuh ee kaidah-kaidah untuk menjalankan ee
pemahaman itu Hatur Nuhun tib yang pertama terkait dengan kaidah
wallahuam Saya tidak tahu persisnya dan sebagaimana ee sejauh mana global dan
rincinya tetapi kalau kita mencoba melihat salah satu ayat Memang nanti butuh turunan penjelasan ya karena dalam
ayat al-qur'an dan asunah itu ada yang sifatnya global ada yang secara tafsil terperinci ya sehingga kalau kaidah
secara khusus E saya G saya belum tahu ya nanti bisa dicek kembali terkait
dengan al-qur'an dan asunah khususnya di al-qur'an ini perkara-perkara yang Allah haramkan saya kira sudah bisa kita lihat
ya memang rincian ini nanti bisa kita juga Perjelas lagi atau kita lebih
pahami lagi terkait dengan hadis-hadis nabi alai wasalam nah sebenarnya dengan kalimat
ee Ketika Nabi menyebutkan semua yang Aku perintahkan maka datangilah dengan
semampu kalian sedangkan apa yang aku larang maka jauhilah sejauh-jauhya itu
sebuah isyarat di luar itu maka semuanya bisa jadi menentang kaidah yang Allah diamkan kalau
diterjang maka menjadi sesuatu yang haram ya artinya dia ulik dengan perkara-perkara yang dia ingin tahu
ya jadi kalau Allah sudah batasi dengan Perkara apa yang Allah perintahkan atau nabi perintahkan maka datangi dengan baik Kalau nabi larang maka silakan
jauhi dengan sejauh-jauhnya dan hanya saja memang kaidahnya seperti apa wallahuam Nanti coba eh kami pelajari
kembali terkait dengan Apakah ada kaidah-kaidah khusus yang membicarakan terkait dengan Allah diamkan
perkara-perkara yang memang Allah diamkan ya wallahu taala alam ban barangkali yang dapat kita baikan pada
kesempatan malam hari ini Semoga ada manfaatnya Allahumma Alim nama yang
man alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Allah
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."